Memaparkan catatan dengan label Madah Pujangga. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Madah Pujangga. Papar semua catatan
Ahad, 29 Mei 2011
Selasa, 17 Mei 2011
LAYARNYA BAHTERA TANPA NAKHODA

Srikandi belayar megah
Meredah lautan bergelora
Membelah awan tanpa suara
Menongkah arus tanpa nakhoda
Mencari arah berpaksi matahari
Mengaut cahaya sinar rembulan
Menitis keringat bak titisan hujan
Biar awan hitam berarak kejam
Biar ribut taufan memusnah segala
Srikandi belayar penuh megah
Berpantang maut sebelum ajal menjengah
Megahnya srikandi laksana Jentayu
Mengemudi bahtera tidak jemu
Walau tergoyah tidak bernakhoda
Tekad mengemudi hingga hujung nyawa
Rabu, 11 Mei 2011
Menjelmanya Malam
Malam menghampiri
Gelap dengan sendiri
Tanpa perlu dipadam matahari
Hebat ciptaan Illahi
Ya Allah
Jika terhenti nadi
Hentikanlah, seperti malam sunyi
Gelap, hitamnya membawa erti
Gelapnya, di gapai-gapai
Apabila terang, mati
Selasa, 10 Mei 2011
Menangisku dalam takut akan siksa-Mu.
Menangisku dalam gundah akan azab-Mu.
Menangisku dalam sedih akan kelalaianku.
Menangisku dalam khuwatir akan kehidupan akhiratku.
Ketika solatku tak lagi tepat waktu...
Bahkan tak jarang aku melupakan Cinta-Mu.
Ketika Al Qur'anku berdebu dan tak tersentuh...
Ku buka almariku...
ku bongkar kembali buku-buku lamaku,
mencari dan terus mencari...
Dengan ketakutan luar biasa,
bagaimana jika tak pernah ketemu
Cinta yang dulu pernah kurasakan...
Ketenangan yang dulu hinggap seakan tak mungkin hilang.
Dalam sujudku...
Dalam untaian Cinta,ayat-ayat kitab suci-Mu.
Ke mana aku harus melangkah...
aku pun bertanya,seraya.....
Berdo'a memohon petunjuk-Mu.
Astaghfirullah
Kembaliku bersihkan hatiku,
Kembaliku ikhlaskan amalku,
Kembaliku tumakninahkan sujudku,
Kembaliku membuka lembaran Firman-Mu,
Kembaliku mendekatkan diri dengan para shalih-Mu,
Kembaliku mengingat akan ketidak abadianku.
Laa ilaaha illallah...
Menangisku dalam gundah akan azab-Mu.
Menangisku dalam sedih akan kelalaianku.
Menangisku dalam khuwatir akan kehidupan akhiratku.
Ketika solatku tak lagi tepat waktu...
Bahkan tak jarang aku melupakan Cinta-Mu.
Ketika Al Qur'anku berdebu dan tak tersentuh...
Ku buka almariku...
ku bongkar kembali buku-buku lamaku,
mencari dan terus mencari...
Dengan ketakutan luar biasa,
bagaimana jika tak pernah ketemu
Cinta yang dulu pernah kurasakan...
Ketenangan yang dulu hinggap seakan tak mungkin hilang.
Dalam sujudku...
Dalam untaian Cinta,ayat-ayat kitab suci-Mu.
Ke mana aku harus melangkah...
aku pun bertanya,seraya.....
Berdo'a memohon petunjuk-Mu.
Astaghfirullah
Kembaliku bersihkan hatiku,
Kembaliku ikhlaskan amalku,
Kembaliku tumakninahkan sujudku,
Kembaliku membuka lembaran Firman-Mu,
Kembaliku mendekatkan diri dengan para shalih-Mu,
Kembaliku mengingat akan ketidak abadianku.
Laa ilaaha illallah...
Wahai lelaki…wahai adam.. Lindungilah hawa selagi kamu
mampu, bukan menyakitinya
Bimbingilah hawa di jalan NurNya,
bukan menyesatkannya.
Wangikanlah mulutmu dengan
nasihat hikmah, bukan meracuninya.
Jadilah pemimpin imam yang
terbaik buatnya, saling
membantu.
Hilangkanlah egomu kerana itu
api yg membenamkan nur kebahagiaan.
Ingatlah wahai lelaki..
Isnin, 9 Mei 2011
SESUNGGUHNYA.....
Ya ALLAH...
Sungguh jahil hambaMu ini
Bergelumang dosa setiap hari
Duniawi yang sering dikejari
Sedangkan akhirat seakan di lupai
Ya ALLAH...
Aku akui kelemahan diri
Juga kejahilan yang terus menyelimuti
Mungkin dek hati yang telah mati
Atau syaitan terus melingkari
Ya ALLAH...
Sesungguhnya aku amat berdosa
Seringkali lalai dan juga alpa
Menuju akhirat entah bagaimana
Kerna iman kurang di dada
Ya ALLAH...
Berikan aku petunjuk hidayahMu
Sebelum malaikat Izrail datang bertamu
Di padang mahsyar nasib belum tentu
Terlepaskah azab kubur aku sendiri tidak tahu
Ya ALLAH...
Sesungguhnya tidak layak aku ke SyurgaMu
Tak sanggup juga terima siksa NerakaMu
Memikirkannya membuat aku jadi buntu
Masih terbukakah pintu taubat buatku
Ya ALLAH...
KepadaMu aku berserah
Agar diberi petunjuk dan hidayah
Akanku cuba untuk berubah
Sedaya mungkin menjadi wanita solehah
Insyaallah....
Warna Hitam
Langit bertukar warna
Dari cerah menjadi gelita
Hitam pekatlah ia
Menjadi malam tanpa cahaya
Ya Allah
Jangan sekali diberikan hitam
Berikanlah cahaya
Walaupun warnanya kelam
Cukuplah sebagai hamba
Menumpang teduh alam
Biarlah, hitam itu warna
Hitam itu juga bermakna tiada
Tiadalah semuanya melainkan Dia
Ahad, 8 Mei 2011
PUJANGGA BERNOKTAHKAN HITAM
Langit hitam berwajah suram
Menerbangkan dedaun menyentuh alam
Bukan itu yang dikabarkan
Tapi pekat malam yang kelam
Menjadikan mata terpejam
Umpama buta dijalanan
Walaupun di buka
Walaupun di tutup
Tetap sama, kelam sahaja
Itu yang terjadi
Apabila hitam menujukkan jalan
Hitam yang dirasa
Bukan dosa
Mahupun pahala
Langit hitam berwajah suram
Walau mata terbuka ia tetap kelam
Jika tertutup, makinlah hitam
Pujangga BERNOKTAHKAN HITAM
Biarlah diam
Menerbangkan dedaun menyentuh alam
Bukan itu yang dikabarkan
Tapi pekat malam yang kelam
Menjadikan mata terpejam
Umpama buta dijalanan
Walaupun di buka
Walaupun di tutup
Tetap sama, kelam sahaja
Itu yang terjadi
Apabila hitam menujukkan jalan
Hitam yang dirasa
Bukan dosa
Mahupun pahala
Langit hitam berwajah suram
Walau mata terbuka ia tetap kelam
Jika tertutup, makinlah hitam
Pujangga BERNOKTAHKAN HITAM
Biarlah diam
Langgan:
Catatan (Atom)

